allahuakbar

Organisasi Profesi Guru

Presiden Jokowi memberi hormat kepada Guru-Guru se Indonesia.

Tema Gambar Slide 2

Deskripsi gambar slide bisa dituliskan disini dengan beberapa kalimat yang menggambarkan gambar slide yang anda pasang, edit slide ini melalui edit HTML template.

Tema Gambar Slide 3

Deskripsi gambar slide bisa dituliskan disini dengan beberapa kalimat yang menggambarkan gambar slide yang anda pasang, edit slide ini melalui edit HTML template.

Tari Jai Ngada

Tari Jai SMK N Bajawa utara
Tari Jai Ngada merupakan tari yang wajib dilakukan pada saat acara di Bajawa, khususnya di Bajawa utara. Selain dalam acara resmi tari ini juga dilakukan dan diajarkan di sekolah formal. Salah satunya di SMK N Bajawa Utara. Dalam pembelajaran di sekolah sebagai muatan lokal serta seni budaya tari Jai ngada digunakan sebagai inplementasi dari pembelajaran sebagai identitas daerah. Integeritas daerah dimulai dari daerah dan salah satunya dengan tari Jai Ngada.


Keajaiban Juninho dan Dolar



Juninho dan Dolar

      Bulan  pertama kalinya aku dikirimkan di flores ini ada banyak hal yang aku belum mengerti tentang arti kehidupan. Dalam hatiku masih bergejolak antara pengabdian , karier , hobi, keluarga, sanak saudara dan semuanya yang menurutku tidak ada di dalam pengabdianku. Namun hari ini aku sudah mulai sadar bahwa hidub adalah dimana kita bisa bermakna bagi diri kita dan tentunya bagi orang-orang yang kita sayangi apalagi yang kita cintai.

        Kesendirian dan kesepian selalu menjadi temanku dalam bulan pertama yang ku alami, namun lambat laun kesepian pun menjadi kebahagiaan di tanah bungga ini. Cerita ini bermula ketika salah satu teman guruku mengenalkan sahabatnya yang bernama Juninho. Siapakah sosok tersebut, Juninho adalah sebuah nama seekor sapi yang berada di lingkungan sekolah dimana aku mengajar. Dia adalah sahabat pak Beni yang selalu menemani ketika tidak ada orang, awalnya aku anggap itu tidak mungkin. Namun lambat laun aku bisa menikmatinya, bahwa hewanpun  bisa menjadi sahabat kita di saat kita sendirian. Sesaat aku memutuskan untuk membeli seekor sapi kecil dari muridku, nama sapi tersebut ku beri nama Dolar. Ketika ku beri nama tersebut banyak yang bertaya kenapa diberi nama Dolar, namun aku jelaskan bahwa dalam adat jawa nama adalah sebuah doa. Doa yang kuberikan kepada dolar adalah kelak dia akan besar sebagai teman dan paling tidak dia akan bisa dijual sebagai aset suatu hari nanti.

      Hari-hari ku curahkan curhatku kepada Dolar, dari pada gila memikirkan kesendirian diantara tidak ada orang dan tidak ada signal. Eksepektasiku memelihara dolar hanya sebagai mungkin untuk mencari teman dan kesibukan dalam menjalani tugasku, namun ternyata banyak juga tantangan yang dihadapi dalam memelihara si rajakaya ini. Banyak tantangan tidak hanya kepada dolar, namun kepada aku sebagai yang mempunyai Dolar. Banyak teman teman guru yang merendahkan tentang kesenanganku, mereka masih berfikir bahwa itu tidak pantas dilakukan oleh guru apalagi guru yang nota bane adalah guru dari pusat. Namun pernyataan itu kumentahkan dengan produktifitas Dolar, dua bulan setelah menjadi salah satu bagian dalam hidubku dolar sudah ditawar oleh orang dengan harga yang fantastis menurutku pada saat itu. Banyak yang bertanya juga kenapa dolar cepat besar dan sehat. Aku jelaskan kepada masyarakat tentang bagaimana mempelihara sapi dengan cara modern. Hal yang kulakukan dengan dolar adalah aku selalu memberikan pakan dengan cara fermentasi kepada rumput yang akan dolar makan. Fermentasi akan memudahkan sapi dalam mencerna makanan dan protein dalam tubuh sehingga pencernaanya sempurna. Yang awalnya menjadi cibirn banyak orang aktirnya sekarang menjadi pembelajaran dan motifasi bagi orang banyak. Disinilah aku mulai tau bagaimana hidub itu bermakna. Dalam opiniku aku berfikir bahwa jika kita bermanfaat hanya buat diri kita sendiri apa gunanya. Namun jika kita bermanfaat bagi orang banyak dan lingkungan sekitar kita maka hidub sangatlah menyenangkan.

Ngada next


Mendidik dengan Menggoreskan Hati


Mendidik dengan menggoreskan hati
            Anak anak sangat ceria hari ini , wajar saja ini adalah hari pertama masuk setelah dua minggu masuk sekolah. Dengan riuh dan gembiranya mereka mencium tangan para guru guru di dalam kantor. Sampai saatnya murid murid menyapa dan menyalami aku, dengan semangat mereka bersalaman denganku . Namun ada hal yang aneh pada hari ini,murid murid memaksa agar aku masuk kelas mereka serambi mereka berkata “ kami rindu pak guru mengajar di kelas”. Sesaat aku berfikir kenapa murid-muridku berkata demikian,mungkin karena aku sangat baek kepada siswa atau mungkin ada sesuatu yang akan ditanyakan kepadaku.
            Jam pertama sehabis upacara aku masuk dalam kelas impian kita. Sesaat aku masuk yang kutanyakan kenapa menginginkan saya untuk masuk dalam kelas ini, ternyata mereka tidak sabar untuk menceritakan loncatan hidub dalam diri mereka pada saat liburan yang telah usai. Sebelum mereka bertanya aku bertanya apa yang akan mereka ceritakan, mereka berkata akan memberikan kejutan cerita pada hari ini. Kelasku adalah kelas yang penuh inspirasi, banyak anak-anakku yang bekerja pada masa liburan untuk mendapatkan uang untuk membayar uang sekolah. Dalam cerita anak anaku banyak kesan kesan yang aku dapatkan. Kebanyakan dari siswaku   bercerita tentang bagaimana mereka mengisi liburan ini dengan antusias . Kebanyakan dari mereka mengisi liburan dengan  bekerja dan mengaplikasikan ilmu yang guru guru berikan, maklum saja sekolah kami adalah sekolah kejuruhan jadi ilmu yang diberikan adalah yang siap dalam dunia kerja.
            Dikelas ini saya memberikan apresiasi bagaimana  tentang perjuangan anak anak. Di dalam hati saya sangat bersyukur atas motivasi dan dukungan selama ini ada hasilnya. Karena pada hakikatnya yang saya ajarkan adalah  bukan semata mata  bagaiman saya  mentrasfer ilmu kita kepada anak didik. Akan tetapi bagaimana saya telah merasuk dan  menggoreskan hati mereka agar mereka biasa dan berani menghadapi tantangan masa depan.

bintang di flores



BINTANG DI TANAH BUNGA

bajawa 12 september 2013,
hari ini merupakan hari pertamaku menginjakan kaki di tanah bungga ini, pasir putih yang kulihat dari atas yang mementang dari pesawat sangat indah. Ende sudah menyambut kami dengan panasnya suasana yang berbukit- bukit. hari ini saatnya kami menempuh jarak 4 jam untuk sampai ke kota Ngada. perjalanan darat pun kami lakukan. Banyak diantara kami yang mabuk karena jalam yang berkelok-kelok sampai di bajawa.
Sore ini kami akhirnya sampai di tanah lembab dan dingin yang diberi nama bajawa. hotel kambera sebagai saksi kedatangan kami yang sekaligus sebagai ajang perpisahan pendahulu kami dengan tanah flores.
Ini merupakan malam pertama kami, dingin yang kami bayangkan ternyata berbeda. Dingin yang terasa sampai menusuk ketulangku. dinginya kota wonosobo kurang dingin daripada dinginya kota bajawa yang super dingin. lima belas derajat dingin itu sampai paruparuku.
Malam telah kulalui, hari bergantii pagi. Hari ini jadwalku adalah bertemu dengan kepala dinas untuk pembagian penempatan mengajarku. Bis negara sudah menjemput kami, kami tidak sabar untuk naik dan sembari bertanya, mau dibawa kemana kami.
Kepala dinas kami sudah menyambut kami, Vinsensius Milo namanya. Sosok yang gagah berani menjadi bahu kami menjadi pejuang pendidikan di daerah terpencil. Dengan suara yang lantang dan dengan suguhan kopi panas akhirnya acara pembukaan pembekalan kami usai. fransiskus tanggi sebagai wakasek SMK N BAJAWA UTARA menjemputku dengan bangganya . Supra Fit beliau menjadi saksi kedatanganku di desa Inegena dusun perawea kecamatan bajawa utara.
hari ini aku mendapat teman baru lagi namanya Bernadus Buti, panggilanya pak Beni. Ternyata oleh kepala sekolah, pak beni menjadi orang tua asuhku disana.
Malam yang ku takutkan akhirnya terjadi,malam ini tidak ada lampu dan listrik di tempat kami. Rasa kangenpun tidak tertahankan, namun apa daya sinyal tidak ada. Keluarga di kampung sangat kurindukan, apalagi sang kekasih yang dijawa senang tiasa merelakanku merantau di pulau sebrang. Hanya kopi panas yang menemaniku malam ini dengan satu batang surya yang ada di tangan . Tampa kusadari aku menatap langit di atas kepalaku. Subhanalah , langit ternyata terang sekali. ribuan bintang yang ku bayangkan hanya dalam mimpi ternyata nyata dan ada di tanah ini. Garis sungai bintang pun terlihat jelas. Aku bayangkan aku sedang menjadi astronot yang bisa menikmati indahnya galaksi yang ada di bumi.
Batara Aku Rindu Kamu

contoh evaluasi k13



Lampiran Instrumen Penilaian

LAMPIRAN
LAMPIRAN 1A

INSTRUMEN PENILAIAN SIKAP SPIRITUAL
(LEMBAR OBSERVASI)


A.  Lembar Observasi

LEMBAR OBSERVASI

Kelas                                   : IX
Semester                             : 2 (dua)
Tahun Pelajaran                  : 2015
Periode Pengamatan                        : Tanggal ……. s.d. .......
Butir Nilai                           : Beriman kepada Tuhan Yang Maha Esa.
Indikator Sikap                   :
1.    Berdoa sebelum dan sesudah pelajaran.
2.    Mengucapkan salam pada awal dan akhir pelajaran
3.    Bersyukur atas nikmat karunia Tuhan Yang Maha Esa

4 =  apabila SELALU, maka melakukan 6-7 kali aspek yang diamati
3 =  apabila SERING, maka melakukan 4-5 kali aspek yang diamati       
2 =  apabila KADANG-KADANG, maka melakukan 2-3 kali aspek yang diamati
1 =  apabila TIDAK PERNAH, maka melakukan 0-1 kali aspek yang diamati


No.

NamaPeserta Didik
Skor Indikator Sikap Spiritual
 (1 – 4)
Jumlah Perolehan
Skor
Skor Akhir
Tuntas/Tidak Tuntas
Indikator 1
Indikator 2
Indikator 3
       1.             







       2.             







       3.             
Dst.







..................,......................... 2015
Guru Praktikan Mata Pelajaran,









LAMPIRAN 1B

PETUNJUK PENGHITUNGAN SKOR SIKAP SPIRITUAL

1.   Rumus Penghitungan Skor

Skor Akhir =
Jumlah Perolehan Skor
x4
Skor Maksimal

Skor Maksimal= Banyaknya Indikator x 4

2.    Kriteria ketuntasan belajar: 3,00 (B)

3.   Kategori nilai sikap peserta didik didasarkan pada Permendikbud No. 104 Tahun 2014 yaitu:

Sangat Baik (SB)     : apabila memperoleh Skor Akhir:  4,00
Baik (B)                  : apabila memperoleh Skor Akhir:  3,00
Cukup (C)               : apabila memperoleh Skor Akhir:  2,00
Kurang (K)              : apabila memperoleh  SkorAkhir:  1,00










LAMPIRAN 2A
INSTRUMEN PENILAIAN SIKAP SOSIAL
(LEMBAR OBSERVASI)

A.  Lembar Observasi
LEMBAR OBSERVASI 1

Kelas                                   : IX
Semester                             : 2 (dua)
TahunPelajaran                   : 2015
Periode Pengamatan                        : Tanggal ……s.d. .......
Butir Nilai                           : Toleransi
Indikator Sikap                   :
1.      Tidak mengganggu teman yang berbeda pendapat
2.      Menerima kesepakatan meskipun berbeda dengan pendapatnya
3.      Tidak memaksakan pendapat atau keyakinan diri pada orang lain

4 =  apabila SELALU, maka melakukan 6-7 kali aspek yang diamati
3 =  apabila SERING, maka melakukan 4-5 kali aspek yang diamati        
2 =  apabila KADANG-KADANG, maka melakukan 2-3 kali aspek yang diamati
1 =  apabila TIDAK PERNAH, maka melakukan 0-1 kali aspek yang diamati

No.

NamaPeserta Didik
Skor Indikator Sikap Toleransi
 (1 – 4)
Jumlah Perolehan
Skor
Skor Akhir
Tuntas/Tidak Tuntas

Indikator 1
Indikator 2
Indikator 3



      1.             







      2.             







      3.             







      4.             







      5.             







      6.             







      7.             







      8.             







      9.             







  10.             
Dst..

















..................,......................... 2015
Guru Praktikan Mata Pelajaran,







LAMPIRAN 2B

PETUNJUK PENGHITUNGAN SKOR NILAI SIKAP SOSIAL

1.   Rumus Penghitungan Skor Akhir

Skor Akhir =
Jumlah Perolehan Skor
x4
Skor Maksimal

Skor Maksimal= Banyaknya Indikator x 4

2.    Kriteria ketuntasan belajar: 3,00 (B)

3.   Kategori nilai sikap peserta didik didasarkan pada Permendikbud No. 104 Tahun 2014 yaitu:

Sangat Baik (SB)     : apabila memperoleh Skor Akhir: 4,00
Baik (B)                  : apabila memperoleh Skor Akhir: 3,00
Cukup (C)               : apabila memperoleh Skor Akhir: 2,00
Kurang (K)              : apabila memperoleh  SkorAkhir: 1,00




























LAMPIRAN 3A
INSTRUMEN PENILAIAN SIKAP SOSIAL
(LEMBAR OBSERVASI)

A.     Lembar Observasi
LEMBAR OBSERVASI 1

Kelas                                   : IX
Semester                             : 2 (dua)
TahunPelajaran                   : 2015
Periode Pengamatan                        : Tanggal ……s.d. .......
Butir Nilai                           : Tanggung jawab
Indikator Sikap                   :
1.       Melaksanakan tugas individu dengan baik
2.       Menerima resiko dari tindakan yang dilakukan
3.       Mengakui dan meminta maaf atas kesalahan yang dilakukan

4 =  apabila SELALU, maka melakukan 6-7 kali aspek yang diamati
3 =  apabila SERING, maka melakukan 4-5 kali aspek yang diamati        
2 =  apabila KADANG-KADANG, maka melakukan 2-3 kali aspek yang diamati
1 =  apabila TIDAK PERNAH, maka melakukan 0-1 kali aspek yang diamati

No.

NamaPeserta Didik
Skor Indikator Sikap Disiplin
 (1 – 4)
Jumlah Perolehan
Skor
Skor Akhir
Tuntas/Tidak Tuntas

Indikator 1
Indikator 2
Indikator 3



1.







2.







3.







4.







5.







6.
Dst..

















..................,......................... 2015
Guru Praktikan Mata Pelajaran,










LAMPIRAN 3B

PETUNJUK PENGHITUNGAN SKOR NILAI SIKAP SOSIAL

1.   Rumus Penghitungan Skor Akhir

Skor Akhir =
Jumlah Perolehan Skor
x4
Skor Maksimal

Skor Maksimal= Banyaknya Indikator x 4

2.    Kriteria ketuntasan belajar: 3,00 (B)

3.   Kategori nilai sikap peserta didik didasarkan pada Permendikbud No. 104 Tahun 2014 yaitu:

Sangat Baik (SB)     : apabila memperoleh Skor Akhir: 4,00
Baik (B)                  : apabila memperoleh Skor Akhir: 3,00
Cukup (C)               : apabila memperoleh Skor Akhir: 2,00
Kurang (K)              : apabila memperoleh  SkorAkhir: 1,00




























LAMPIRAN 4

INSTRUMEN PENILAIAN PENGETAHUAN
(DAFTAR PERTANYAAN)

A.  Petunjuk Pengisian

Kerjakan soal-soal di bawah dengan benar. Jawaban Anda akan mendapatkan skor 0 sampai 4, dengan ketentuan sebagai berikut:
1.      Skor terendah adalah 0, yaitu apabila tidak ada satu pun jawaban yang benar
2.      Skor tertinggi adalah 4, yaitu apabila semua jawaban benar
3.      Setiap jawaban akan mendapatkan skor sesuai dengan kadar jawabannya
                                                                         
B.   Soal
a.      Uji Kompetensi 1.1
Jawablah pertanyaan dibawah ini dengan benar!
1. Dimanakah terjadinya peristiwa APRA?
2. Strategi apakah yang digunakan untuk menumpas DI/TII?
3. Berapakah operasi militer yang digunakan pemerintah dalam penumpasan PRRI/Permesta?
4. Apakah penyebab munculnya gerakan separatis pada masa demokrasi liberal?
5. Bagaimanakah perjuangan mempertahankan integrasi Timor Timur dengan Indonesia?
6. Nilai nilai apa saja yang ada dalam perjuangan mempertahankan NKRI?

Kunci Jawaban dan Pedoman Penskoran
Uji Kompetensi 1.1               

No Soal
Jawaban 
Skor
1.
Terjadinya peristiwa APRA

Di Bandung
10
2.
Strategi penumpasan DI/TII

Strategi pagar betis
10
      3. 
Operasi militer penumpasan PRRI/Permesta

Terdapat enam operasi militer
10
4.       
Penyebab munculnya gerakan separatis pada masa demokrasi liberal

Banyaknya partai politik yang beroposisi kemudian saling menjatuhkan
15
5.       
Perjuangan mempertahankan integrasi Timor Timur dengan Indonesia

Perjuangan yang dilakukan Indonesia adalah dengan mengadakan program pembangunan sarana dan prasarana di Timor Timur
20
6.       
Nilai yang muncul dalam perjuangan mempertahankan NKRI yaitu nilai :
a.  Nilai material : Yaitu dengan cara kita menjaga kesehatan dan fisik agar dapat berguna bagi bangsa dan negara. Hal itu dapat dilakukan dengan cara menjaga kesehatan serta nurani kita agar siap dalam menghadapi segala gangguan ancaman yang datang dari dalam atau luar negeri.
b.Nilai Vital :Yaitu dengan cara mengambil sikap pratiotisme para pahlawan ,semangat para pahlawan dan Negara dalam bela Negara Indonesia. Hal itu dapat dilakukan dengan ikut berpartisipasi langsung dalam perjuangan Negara Indonesia. Salah satu sikap yang bias diwujutkan dalam kehidupan sehari-hari adalah dengan cara ikut menjadi angota Tentara Nasional Indonesia , atau dengan cara berjuang dengan cara kita sendiri untuk mengabdi dan berjuang demi kemakmuran dan kesejahteraan bangsa.
c. Nilai kerohanian : yaitu dengan cara kita bersyukur atas karunia yang diberikan tuhan yang maha esa atas karunia yang diberikan kepada Indonesia, sehingga bisa menghadapi tantangan yang ada di Indonesia samapai saat ini .

35


a.    Pedoman Penskoran
Total Skor      

b.    Kriteria ketuntasan belajar: 2,67

c.       Kategori nilai pengetahuan peserta didik didasarkan pada Permendikbud No. 104 Tahun  2014 yaitu:
A     : Apabila memperoleh skor akhir 3,85 > x ≥ 4,00
A-       : Apabila memperoleh skor akhir 3,51 > x ≥ 3,84
B+   : Apabila memperolah skor akhir 3,18 > x ≥ 3,50
B     : Apabila memperoleh skor akhir 2,85 > x ≥ 3,17
B-    : Apabila memperoleh skor akhir 2,51 > x ≥ 2,84
C+   : Apabila memperoleh skor akhir 2,18 > x ≥ 2,50
C     : Apabila memperoleh skor akhir 1,85 > x ≥ 2,17
C-    : Apabila memperoleh skor akhir 1,51 > x ≥ 1,84
D+   : Apabila memperoleh skor akhir 1,18> x ≥ 1,50
D     : Apabila memperoleh skor akhir 1,00 > x ≥ 1,17
LAMPIRAN 5

INSTRUMEN PENILAIAN KETERAMPILAN

Lembar Penilaian laporan tentang nilai – nilai dalalm Dinamika Perjuangan Mempertahankan NKRI
Nama/ Kelompok        : .................................
                                    : …………………….
                                    : …………………….
Kelas                           :  IX
Materi Pokok               : Nilai-nilai yang terkandung dalam perjuangan mempertahankan NKRI

N0
Aspek Penilaian
Penskoran


1
2
3
4
A.
Penyajian




1
Ide/gagasan




2
Kreativitas




3
Kesesuaian dengan materi





Jumlah Skor


Skor Akhir


Komentar Guru
Tanda Tangan











1.   Pedoman Penskoran (rubrik) :

No
Aspek
Penskoran
1
Ide/gagasan
Skor 4, apabila sesuai materi/konsep
Skor 3, apabila cukup sesuai materi/konsep
Skor 2, apabila kurang sesuai materi/konsep
Skor 1, apabila tidak sesuai materi/konsep
2
Kreativitas
Skor 4, apabila menampilkan ide-ide unik dan kreatif
Skor 3, apabila cukup menampilkan ide-ide unik dan kreatif
Skor 2, apabila kurang menampilkan ide-ide unik dan kreatif
Skor 1, apabila tidak menampilkan ide-ide unik dan kreatif

2.       Kriteria ketuntasan belajar: 2,67

3.      Kategori nilai keterampilan peserta didik didasarkan pada Permendikbud No. 104 Tahun 2014 yaitu:
A      : Apabila memperoleh skor akhir 3,85 > x ≥ 4,00
B-           : Apabila memperoleh skor akhir 3,51 > x ≥ 3,84
B+     : Apabila memperolah skor akhir 3,18 > x ≥ 3,50
B       : Apabila memperoleh skor akhir 2,85 > x ≥ 3,17
B-     : Apabila memperoleh skor akhir 2,51 > x ≥ 2,84
C+     : Apabila memperoleh skor akhir 2,18 > x ≥ 2,50
C       : Apabila memperoleh skor akhir 1,85 > x ≥ 2,17
C-     : Apabila memperoleh skor akhir 1,51 > x ≥ 1,84
D+    : Apabila memperoleh skor akhir 1,18> x ≥ 1,50
D      : Apabila memperoleh skor akhir 1,00 > x ≥ 1,17


insaallah