allahuakbar

Keajaiban Juninho dan Dolar



Juninho dan Dolar

      Bulan  pertama kalinya aku dikirimkan di flores ini ada banyak hal yang aku belum mengerti tentang arti kehidupan. Dalam hatiku masih bergejolak antara pengabdian , karier , hobi, keluarga, sanak saudara dan semuanya yang menurutku tidak ada di dalam pengabdianku. Namun hari ini aku sudah mulai sadar bahwa hidub adalah dimana kita bisa bermakna bagi diri kita dan tentunya bagi orang-orang yang kita sayangi apalagi yang kita cintai.

        Kesendirian dan kesepian selalu menjadi temanku dalam bulan pertama yang ku alami, namun lambat laun kesepian pun menjadi kebahagiaan di tanah bungga ini. Cerita ini bermula ketika salah satu teman guruku mengenalkan sahabatnya yang bernama Juninho. Siapakah sosok tersebut, Juninho adalah sebuah nama seekor sapi yang berada di lingkungan sekolah dimana aku mengajar. Dia adalah sahabat pak Beni yang selalu menemani ketika tidak ada orang, awalnya aku anggap itu tidak mungkin. Namun lambat laun aku bisa menikmatinya, bahwa hewanpun  bisa menjadi sahabat kita di saat kita sendirian. Sesaat aku memutuskan untuk membeli seekor sapi kecil dari muridku, nama sapi tersebut ku beri nama Dolar. Ketika ku beri nama tersebut banyak yang bertaya kenapa diberi nama Dolar, namun aku jelaskan bahwa dalam adat jawa nama adalah sebuah doa. Doa yang kuberikan kepada dolar adalah kelak dia akan besar sebagai teman dan paling tidak dia akan bisa dijual sebagai aset suatu hari nanti.

      Hari-hari ku curahkan curhatku kepada Dolar, dari pada gila memikirkan kesendirian diantara tidak ada orang dan tidak ada signal. Eksepektasiku memelihara dolar hanya sebagai mungkin untuk mencari teman dan kesibukan dalam menjalani tugasku, namun ternyata banyak juga tantangan yang dihadapi dalam memelihara si rajakaya ini. Banyak tantangan tidak hanya kepada dolar, namun kepada aku sebagai yang mempunyai Dolar. Banyak teman teman guru yang merendahkan tentang kesenanganku, mereka masih berfikir bahwa itu tidak pantas dilakukan oleh guru apalagi guru yang nota bane adalah guru dari pusat. Namun pernyataan itu kumentahkan dengan produktifitas Dolar, dua bulan setelah menjadi salah satu bagian dalam hidubku dolar sudah ditawar oleh orang dengan harga yang fantastis menurutku pada saat itu. Banyak yang bertanya juga kenapa dolar cepat besar dan sehat. Aku jelaskan kepada masyarakat tentang bagaimana mempelihara sapi dengan cara modern. Hal yang kulakukan dengan dolar adalah aku selalu memberikan pakan dengan cara fermentasi kepada rumput yang akan dolar makan. Fermentasi akan memudahkan sapi dalam mencerna makanan dan protein dalam tubuh sehingga pencernaanya sempurna. Yang awalnya menjadi cibirn banyak orang aktirnya sekarang menjadi pembelajaran dan motifasi bagi orang banyak. Disinilah aku mulai tau bagaimana hidub itu bermakna. Dalam opiniku aku berfikir bahwa jika kita bermanfaat hanya buat diri kita sendiri apa gunanya. Namun jika kita bermanfaat bagi orang banyak dan lingkungan sekitar kita maka hidub sangatlah menyenangkan.

Ngada next


4 komentar:

Jawi Winarno mengatakan...

Sippp... menginspirasi sekali... tapi tolong ejaan tata bahasanya dibetulkan... hehe

Indonesia183 mengatakan...

jos makasih dek jawi,,,,

kang die mengatakan...

lanjutkan bapakk...

Indonesia183 mengatakan...

terima kasih mas ang gie dan mas hariadi ,,,,
ppgsm3tcivicedu.blogspot.com
sangat istimewa dan inspiratif

insaallah