allahuakbar

Guru tidak Normal



               Pendidikan merupakan akses paling mudah dalam percepatan nasib manusia. Manusia yang kreatif berdedikasi dan berpendidikan akan mendapatkan tempat yang layak dalam masyarakat dan pekerjaan. Dedikasi dalam dunia pendidikan adalah salah satu kunci keberhasilan. Seseorang yang mempunyai pendidikan akan lebih mudah mengubah nasib dari pada yang tidak berpendidikan.

               Presiden Jokowi adalah salah satu contoh produk pendidikan Indonesia. Pendidikan yang baik bukan hanya di dasari atas kemampuan siswa yang cerdas, namun juga didasari oleh guru yang cerdas dan mempunyai Integeritas yang tinggi dan berdedikasi.

               Guru adalah pondasi dalam Pendidikan di negeri ini. Guru yang hebat akan  menghasilkan orang-orang hebat. Guru yang mempunyai Integeritas yang tinggi akan menghasilkan lulusan yang mempunyai Integeritas dan sudut pandang yang hebat pula.

               Daya pikir kritis dan kreatif akan tercapai jika guru mempunyai Integeritas yang tinggi. Guru hebat akan selalu dinantikan  kan siswanya di dalam kelas. Guru akan menciptakan hal-hal yang baru dan kreatif dalam kelas. Guru yang mengedepankan pola pikir akan menghasilkan siswa yang mempunyai pola pikir yang kritis,kreatif, dan bertanggungjawab.

               Pendidikan Profesi Guru adalah salah satu trobosan untuk menciptakan guru yang mempunyai daya profesi  yang tinggi. Integritas yang tinggi harus di tanamkan kepada guru yang nantinya akan menghasilkan para pemimpin bangsa. Pendidik diharabkan menjadi benteng terakhir dalam mencapai Indonesia yang cerdas.

               Ketika kita belajar ekonomi pasti diajarkan tentang kurva normal yang grafik datnya akan mencapai puncak dan akan turun kembali. Guru yang professional diharabkan tidak terjebak dalam kurva normal pendidikan Indonesia. Guru harus bisa sebagai pamong dalam kemajuan pendidikan di Indonesia. Banyak diantara guru yang terjebak dalam situasi ini. Ketika muda mereka menunjukan bahwa keilmuanya di seutuhnya untuk pendididikan, namun ketika sudah menjadi PNS mereka lupa akan hakikat mendidik.

               Guru tidak mengerjakan tugas administrasi ataupun tidak masuk kelas dianggap biasa. Gimana tidak biasa jika system yang mereka anut menganggap hal itu biasa. Ketika ada guru yang mengerjakan tugas berbeda dengan guru lain malah dianggap sok-sokan dan dianggap mencari muka. Mereka tidak sadar bahwa dalam konstitusi sudah dijelaskan bahwa siswa berhak atas pendidikan yang layak, mereka tidak sadar bahwa mereka adalah contoh bagi siswanya.

               Banyak yang berpendapat bahwa Pendidikan Profesi Guru adalah akal-akalan pemerintah. Profesi dianggap sebagai pembatas atas hak warga Negara untuk menjadi guru. Dalam Undang-undang dijelaskan bahwa guru harus mempunyai kualifikasi profesi Guru. Pendidikan Profesi Guru diharabkan dapat menghasilkan guru yang kreatif dan professional.

               Guru Profesional harus mempunyai komitmen yang tinggi dalam dunia pendidikan. Guru harus sadar bahwa tugas mereka adalah mendidik, bukan semata-mata profesi yang mendapatkan materi yang banyak. Pada proses Pendidikan Profesi Guru, peserta didik diajarkan tentang bagaimana menjadi guru yang Profesional

               Guru professional adalah guru yang bukan hanya mantap dalam proses pengajaran, namun juga mantap dalam materi pembelajaran. Guru diharapkan bisa mengajarkan sampai pada tahap pengaplikasian keilmuan yang diajarkan untuk kehidupan bermasyarakat berbangsa dan bernegara. Guru Profesional diharapkan bisa menjadi motor dalam dunia pendidikan yang normal di Negara ini. Guru harus bisa menentang arus dalam sistem yang sudah carut marut. Guru Profesional harus menjadi teladan bagi orang lain bukan sabagai kutu loncat yang melekat pada orang lain. Guru profesional harus lepas dari kurva normal pendidikan di Indonesia. Berkata benar terhadap yang benar dan berbicara salah kepada yang salah.

               Guru Profesional harus berfikir tidak normal ketika melihat kejanggalan yang dianggap normal. Banyak hal janggal di dunia pendidikan Indonesia yang dianggap normal bagi guru-guru kita. Guru harus menjadi contoh dan teladan, bukan sebagai mengombyong kebijakan. Ketika kita ikut sistem yang sesuai dengan prosedur, sama saja kita menghianati profesi kita sebagai Guru. Jangan sampai kita merampas Hak siswa untuk mendapatkan pendidikan yang layak.

               Ilmu yang diberikan Guru hari ini akan menjadi acuan bagi siswa di masa datang. Guru yang baik akan menanamkan kebaikan sepanjang masa dan sebaliknya. Terima Kasih Guru Kami, terima kasih orang tua kami, terimakasih Indonesia. Karena kalian kami bisa duduk dan berdiri di negeri ini, tanpa kalian apalah kami. Salam MBMI, salam Indonesia.

Jadilah pionir berubahan pendidikan Indonesia.

             

              

2 komentar:

Prakas mengatakan...

Terima kasih

Tyos 184 mengatakan...

opo kas

insaallah